GERIMIS MENGUNDANG RINDU Karya : Dorotea Anut
Sore itu, senja tersipu malu memancarkan sinarnya, dan dengan percaya dirinya mendung hadir bersama dengan gerimis yang mengundangku untuk bernostalgia kembali akan kisah asmaraku sewaktu SMA dulu. Aku duduk sendiri di pojok jendela kamarku sambil menikmati secangkir susu hangat bercampur madu buatan mama dan sedikit camilan khas dari daerah kami yaitu serabe. Sungguh aku sangat menikmati setiap tetesan-tetesan gerimis hujan yang membasahi jendela kamarku di sore itu.
Yah…aku menikmatinya sembari aku menelan dalam-dalam kisah asmaraku saat ku duduk di bangku SMA dulu.
Sebut saja, namanya Rahmi dia adalah kekasih ku dulu saat masih SMA yang sekarang menjadi…hemmm..
sulit sekali aku mengatakannya. Bisa dibilang mantan kekasih, bisa dibilang juga masih menjadi tambatan hatiku. Karena, kisah asmara kami sungguh rumit, hingga sekarang masih terbayang. terus wajah dan kisah kami di hati dan pikiran ku. Rahmi dulu adalah kakak kelasku. Aku masih kelas X SMA sedangkan dia sudah kelas XII SMA. Saat pertama kali aku masuk sekolah, di salah satu sekolah swasta di Manggarai, Rahmi adalah orang pertama yang menyapaku di sekolah itu. Saat kami berbaris di lapangan sekolah, kebetulan sekali dia berbaris bersebelahan denganku. Dengan tatapannya yang begitu lembut, indah sayu matanya memandangku dan di iringi senyuman yang tak kalah jauh berbeda dari senyuman DO Kyungso salah satu member EXO favoritku. Sungguh dia adalah cinta pertamaku di sekolah itu, hatiku benar-benar berdebar dibuatnya.
Katanya, “ hay, siswa baru ya disini?. Kenalin namaku Rahmi” . sambil mengulurkan tangan mungilnya. Tanpa berpikir panjang, aku langsung bergegas menyalami tanganya karena kesempatan special begini tidak datang dua kali.
Jawabku “ aku Tamara kak”, sambil memberikan senyuman termanisku. Pokoknya yang paling manis lah senyuman yang tak pernah ku berikan untuk siapapun kecuali untuk Rahmi.
Saat itu, sungguh aku tak ingin melepas tangan mungilnya yang sedang bersalaman denganku. Dan akhirnya, salaman kami pun berakhir dengan lonceng yang berdenging dari dalam kantor sekolah kami. Yang menandakan bahwa kami siswa/i baru akan memasuki sebuah Aula untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kegiatan kami di hari itu. Sesampainya di dalam aula aku duduk bersama seorang perempuan yang cukup lebih tinggi dariku. Terlihat jutek, mungkin karena baru ketemu dan belum saling mengenal satu sama lain pikirku dalam hati. Saat di dalam aula, aku terus melamunkan wajah kak Rahmi dan aku terus memohon mujizat Tuhan agar aku bisa bertemu lagi denganya. Di dalam aula, kami diwajibkan untuk mendengar pidato dari kepala sekolah sebagai bentuk penyambutan kami sebagai murid baru. Di bilang jenuh.. ya pasti jenuh aku sangat jenuh mendengar pidatonya apalgi tak ku lihat lagi wajah manis kak Rahmi. Tiba-tiba hujan turun dengan sangat derasnya, membuatku semakin jenuh dan mengantuk. Alhasil, pidato dari kepala sekolah kami pun diberhentikan karena suaranya tidak kedengaran.
Ya…kali suaranya lebih kencang dari suara hujan di luar yang begitu derasnya. (merajuk dalam hati).
Dan akhirnya, agar kami tidak berdiam diri di dalam aula dan tidak melakukan kegiatan apapun Pembina osis di sekolah kami pun menyuruh kakak kelas XII untuk membimbing kami mengelilingi seputaran rungan-ruangan disekolah kami. Mereka bilang sih namanya PKL yaitu PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH. Dan ternyata aku dibimbing oleh kak Rahmi untuk melakukan kegiatan PKL. Sungguh Tuhan benar-benar berpihak padaku hari itu. Kami menyusuri setiap ruangan-rungan di sekolah sambil bercerita dan bercandaria. Oh Tuhan,,, takan pernah kulupa kenangan hari ini. Aku benar-benar merasa menjadi wanita paling beruntung saat itu.
Singkat cerita, perkenalan kami berduapun berawal dari situ dan seiring berjalanya waktu kak Rahmi memintaku menjadi kekasihnya di sekolah dengan cara yang begitu special. Tepat di hari ulang tahunku, 24 November dia menyampaikannya di depan lapangan sekolah kami dia memberiku sebuah boneka jumbo dan sebucket bunga mawar merah. Sungguh romantis bukan. Wanita mana yang tak iri padaku saat itu. Itulah mengapa kisah asmaraku dengan Rahmi cukup tekenal di sekolah. Waktu terus berganti, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, kak Rahmi pun lulus SMA dan dia pun melanjutkan pendidikannya di sebuah Universitas di Kupang yaitu UNIVERSITAS NUSA CENDANA. Kami pun menjalin hubungan jarak jauh yang dengan trend zaman sekarang di sebut LDR. Hubungan LDR kami cukup lama yaitu sekitar 2 thn. Hubungan kami kandas karena kurangnya saling memberi kabar atau lost contact. Katanya dia sibuk kuliah tapi pada kenyataanya dia malah sering keluar bermain dengan tema-teman kuliahnya dan melupakan ku disini yang dengan setia selalu menunggu kabar darinya. Hubungan kami pun semakin tidak jelas, tak ada kata perpisahan, tak ada penjelasan apapun darinya. Hingga sekarang hatiku pun masih digantung olehnya, entah karena apa walaupun begitu aku masih selalu berharap akan kembali membaiknya hubungan kami.
Wah…sungguh jauh sekali. melamunku hari ini hingga tak ku sadari jam sudah menunjukan pukul 14:52 WIB. Dan minumanku yang tadinya hangat akhirnya mejadi dingin karena sudah kuabaikan dari tadi. Huh…..sungguh gerimis sore ini benar-benar kembali mengundang kerinduanku akan kisah asmaraku dengan Rahmi dulu. Memang benar kata pepatah bahwa “ jangan sesekali jatuh cinta saat musim hujan karena, bila musimnya kembali kenangan itu pun akan kembali mengingatkanmu dengan sosok seseorang yang membuatmu jatuh hati “.
Komentar
Posting Komentar