KIDUNG LARA Oleh: Edelbertus Odil Dodok


Senja itu,
Aku termenung dalam dekapan dingin
Mengapa setiap detik yang kulalui terasa sunyi
Derap melangkah seorang diri dalam kehampaan
Kucoba tegar dalam menapaki jalan yang penuh luka

Senja itu,
Derap langkahnya tak terdengar lagi mengentak
Symphoni yang dia dendangkan tak lagi bersenandung
Dia telah pamit dan tak ‘kan pernah kembali
Atma dan asaku hancur bagai puing

Senja itu,
Aku melangkah dalam hamparan sunyi
Mengenang dia yang terpelesat pergi
Kucoba mendamaikan asa dan atmaku 
Yang larut terbelenggu diterpa duka dan lara

Senja itu,
Dalam batin yang terisak tangis
Dalam sukma yang tertusuk sembiluh
Atmaku coba menelan pahitnya ditinggal
Mencoba tegar meski raga tak kuat karang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUA MATA DIBALIK JENDELA Karya : Maria Cindayani Rosari Limun